Semua Tak Akan Kembali

        Kali ini harus bisa menahan sedikit, bahkan memaksa air mata agar tidak jatuh kembali. Karena benar adanya, bila air mata turun, maka ada hal besar yang telah terjadi. Lagi-lagi aku kehilangan dirinya. Begitu adanya, ketika dirinya menghilang, meninggalkan semuanya, tanpa aba-aba, diri ini terasa kalang-kabut keberatan.

        Terlalu mendadak akan kepergiannya kali ini. Karena yang sebelumnya merasa semua baik-baik saja, ternyata dia memutuskan untuk menghilang kembali, tanpa melihat diri ini terjatuh dan lunglai begitu saja.
Dirinya tidak memikirkan bagaimana diri ini selalu menunggu, dan selalu melihatnya meskipun dirinya sama sekali tidak mengetahui. 

        Selalu saja semua tiba-tiba kembali, terlintas semuanya dalam benak diri ini. Yang ternyata pada akhirnya akan selalu membuat satu pihak bersusah dan bersedih hati sepanjang waktu. Bahkan air matanya sudah sulit untuk mengalir akibat semua kenangan yang telah terlewati bersama. Mengapa?

        Mengapa dengan teganya dirimu meninggalkan diri ini kemudian untuk sendiri lagi. Dengan sangat lihainya dirimu melakukan semuanya tanpa memikirkan keberadaanku selama ini. Sebegitu mengganggunya kah diriku? Seakan-akan aku adalah sebuah benalu yang sangat meresahkan. Mengapa?

        Apapun yang dirimu mau tidak pernah ku usik, dan diri ini selalu mengerti semua akan dirimu. Mengapa engkau meninggalkanku, kesekian kalinya? & meninggalkan aku sendiri lagi disini? Mengapa..

        Semua perjuanganku selalu mengarah untuk dirimu. Meskipun tak pernah kau rasakan dan kau anggap keberadaannya. Apakah semuanya hanya mainan bagimu? Ternyata kisah ini tak pernah mudah dan tak seindah itu.

        Jikalau kau ingin melanjutkan perjalananmu, apa sulitnya untuk menyapa dan berpamitan denganku? apakah dirimu benar melihatku selama ini? terlalu menyakitkan ketika tahu bahwa semuanya hanya ilusi ku semata.

        Masih teringat jelas saat waktu kita masih bersama--sama menjalani semuanya. Dikala dirimu menggenggam erat jemariku. Sungguh semuanya terasa berat setiap harinya. Ketika terlintas kembali semua tentangmu. Mengapa tak pernah memberikanku kesempatan untuk bertanya? Mengapa melewati semua tanpa mempertimbangkan diriku. Hati ini sungguh lelah ketika tertimpa suasana yang sama terus menerus.

        Kembalilah, berbicaralah dengan ku, walaupun kau tak mau, berikan kesempatan kepada diri ini untuk melihatmu sekali lagi. Jika bisa kembali lagi, aku tidak keberatan untuk memperbaiki semuanya, walaupun aku yakin tidaklah ada hal yang salah. Diri ini tidak pernah lelah berharap untuk bisa bertemu dengan mu, dan selalu menginginkan dirimu. Dan bahkan akan selalu teringat akan semua hal yang membuatku agar bisa tetap hidup hanya karena mengenalmu.

Mengapa harus ada pertemuan itu, jika semuanya akan selalu berakhir tanpa adanya kata sedikitpun.

Hai, kamu mampu tanpaku, tapi bagaimana denganku?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

- Saja -

Kapal - Berlabuh

Intinya antara