Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Teringkar Jalan

Fase yang dilalu tak akan ada habis Hanya saja si pengembala muak, ketidak selarasan yang ada hanya asumsi belaka Delapan belas ribu yang hanya dipahami Mengapa waktu kala bisa terlewati Mungkin si pengembala adalah yang paling rela Hatinya terbuat dari satuan haru Kata harus dilalui tanpa-nya sudah diluar kepala Begitu entengnya menyandar kepada bahu rapuh Mungkin bahagia sudah menjadi jalan nya Tapi si pengembala tetap mempertaruhkan Badai bahkan kereta menabrak nya pun akan tetap setia Mencari entah dimana hatinya saat itu Bahkan yang teringkar akan selalu dipertahankan Wahai pengembala, kau ingin apa? Tidak akan ada kemungkinan untuk kejelasan Percayalah bahwa pernah ada rasa walau sebenarnya itu hanya asa Ditulis dalam rangka memperingati keingkaran, demi menghormati dirinya yang mencoba melupakan I said : apakabar nya? Waktu saja muak mendengarnya

Kembali

Ini perihal apa Siapa yang tau dan siapa yang mau Aku juga tidak mengerti Yang ku ingat Dan yang ku pahami Ialah Kau yang selalu ada Namun tak bersama Lagi-lagi berpihak kepada Si bersama Bahkan lampu saja mendalami Apa yang baru saja terjadi Yaaa .... kau bukan untuk Ku yang selalu mengharap Kepada Sang Pengasih Bahwa aku menyayangi mu Layaknya embun Yang mengintai Senja berharap pelangi Intinya ... Ku tak paham Mengapa dirimu seperti ini Jika kau pergi Maka tersisalah yang namanya hati Jangan kabarkan apa-apa Aku dan Tuhan-lah yang mengetahuinya -NFF-

Mengapa engkau datang ...

Rindu Kenapa engkau datang? Tanpa memberi kabar, apalagi isyarat Kau tau betapa merindunya aku Terhadap dirinya Sungguh rindu mengapa engkau datang? Anganku hanya ingin Kabarku sampai kepada dirinya Entah bagaimana engkau membawanya Rindu Bisakah engkau membawa dirinya Kedalam masa yang akan datang Sungguh rindu aku butuh dirinya Untuk sekali saja berucap Bahwa aku merindu terhadap dirinya Karena rindu ini menyakitkan Apabila dihadapkan Atas nama rindu, aku sampaikan ini kepadanya 😕😕😯😯🙏🙏💕💕

KABAR

Lagi lagi tubuhku terhempas Entah kemana Yang pasti perjalanan ini Sungguh menguras Hati ... mengapa engkau tak mengabarkan ? Aku telah tenggelam ditengah Keterpurukan Temanku tak ada disisi Hanya diam yang menemani Sendiri menyaksikan senja Yg aku ingin mendengar kabar Tak lagi terucap Jenuh, lelah yang tersisa Aku harap dirimu tak pernah lupa Bagaimana caranya untuk kembali Karna rindu yg kau tinggal Terlalu menyakitkan -NFF- Isyaratku telah banyak berkorban

Waktu itu ...

Aku Terlalu jauh berjalan, sampai lupa bagaimana caranya melupakan Mungkin juga karena terlalu seringnya mengenang, sampai lupa jalan pulang Entah bagaimana keadaannya, entah bagaimana kabarnya, entah bagaimana wujudnya Pun Tak pernah terdengar Entah yang ditunggu akan sadar atau bahkan membiarkan Waktu ituuu ... Dentuman jarum jam yang sama-sama terdengar Sudah tak akan sama Karena dirimu bukanlah dirimu Yang sekarang .... Aku hanya ingin melupakan Dan pergi dari kehidupan Karena menunggu mu adalah kemustahilan Dirimu tak pernah meng-ingatku Sedangkan hariku habis untuk memikirkan-mu Aku hanya ingin ucap terakhir Dari bibir manismu Bahwa dirimu pernah memikirkanku Walau hanya sedetik saja Harapku hanya ingin bertemu-mu Walau dirimu tak pernah melihat adanya ke ber-adaan diriku Wahai nama yang selalu terkenang Adakah keinginan untuk kembali pulang ?? Atas Nama .... -NFF- Selamat malam

Asa

Pagi yang tidak terhindarkan Lagi-lagi tentang jam yang berdering Begitu payah memikirkan hari yang panjang Semakin kelabu Berguguran satu persatu Entah apa Yang aku tau mentari hari ini berjanji Untuk tumbuh Dan tak ingin tersisih Oleh dunia yang tak bisa dipahami Banyak sekali Kini ku paham Ternyata waktu itu hanya berjalan Ditengah kehampaan Lagi-lagi mencari Selalu saja menghantui Gusti .... Aku selalu menyusuri Masuk dan utuh Sebagai hati Yang ku tenggak kepahitannya Mengapa selalu saja bergulir Mempertanyakan Dimanakah keberadaannya Intinya ku mencari kabarnya Meski beritanya tak pernah ada Oleh -NFF- Selamat malam

Masih Tak Peduli

Beralaskan sandal Menapaki jalan Yang begitu lapang Mencari entah apa Waktu yang telah kelewat Menghilangkan harapan Demi tuhan Sumpah ingin untukmu Membawa mu masuk kedalam relungku Rindu yang terciptakan pun Kembali pada rumahnya Sesat dijalan telah menjauhi Dirimu dan diriku Begitu juga dengan kenangan Yang pergi tersapu angin jalanan Sering bertanya sendiri Mengapa jalur ini Harus dihadapi Selamanya, akan seperti ini -NFF-

Hanya Perasa

Ketika semuanya terhenti Entah apa yang menghalangi Setidaknya aku tahu diri Bahwa hati ini Telah banyak merintih Bagaikan gelap gulita Yang tak pernah teraba Oleh semua indra Setidaknya aku mengetahuinya Bahwa ini hanya perasa Ketika semuanya menghilang Kemudian datang Kemudian hilang Begitulah arusnya Sampai hati pun tak terelakkan Dan akhirnya kenikmatan Bisa didapat Karna adanya sebuah perasa Sampai dunia ini lelah menantikan Pun Perasa tak akan hilang *si perasa telah lelah merasa* -NFF-

Kapal - Berlabuh

Dunia ini tidak akan ada habisnya. Jika dijalani sampai ujung samudra. Begitu juga dengan kita. Yang memiliki sejuta cerita. Bermuara diantara kapal dan tempat berlabuh. Merupakan alurnya. Sampai-sampai desis ombak terasa begitu nikmat ketika angin menghempasnya. Aku pun lupa bagaimana rasanya ketika buih lautan menjadi teman ... Sepanjang perjalanan !! Dan meyakini bahwa dirimu telah bermuara kembali Kedalam sisi terluas dunia ini Tapi daya yang kumiliki tak sanggup menahan Dirimu yang akan pergi. Kembali pada perjalanan selanjutnya. Betapa menyedihkan hidup ini. Bahwa tempat berlabuh selama ini. Yang ku diami selama beberapa masa. Akan menjadi hampa. Kembali .... Adalah sesuatu yang kuingini. Karena dirimu telah pergi. Entah akan kembali ... Atau tidak Selalu ada alasan untuk bertahan. Walau kebahagiaan tidak akan datang. Untuk yang -kedua kalinya- Tapi diriku meyakini. Bahwa menunggumu adalah sesuatu yang pasti. Walau aku tidak tahu, apakah kabar yang kusampaikan....