Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

Teringkar Jalan

Fase yang dilalu tak akan ada habis Hanya saja si pengembala muak, ketidak selarasan yang ada hanya asumsi belaka Delapan belas ribu yang hanya dipahami Mengapa waktu kala bisa terlewati Mungkin si pengembala adalah yang paling rela Hatinya terbuat dari satuan haru Kata harus dilalui tanpa-nya sudah diluar kepala Begitu entengnya menyandar kepada bahu rapuh Mungkin bahagia sudah menjadi jalan nya Tapi si pengembala tetap mempertaruhkan Badai bahkan kereta menabrak nya pun akan tetap setia Mencari entah dimana hatinya saat itu Bahkan yang teringkar akan selalu dipertahankan Wahai pengembala, kau ingin apa? Tidak akan ada kemungkinan untuk kejelasan Percayalah bahwa pernah ada rasa walau sebenarnya itu hanya asa Ditulis dalam rangka memperingati keingkaran, demi menghormati dirinya yang mencoba melupakan I said : apakabar nya? Waktu saja muak mendengarnya