Teringkar Jalan

Fase yang dilalu tak akan ada habis
Hanya saja si pengembala muak, ketidak selarasan yang ada hanya asumsi belaka

Delapan belas ribu yang hanya dipahami
Mengapa waktu kala bisa terlewati
Mungkin si pengembala adalah yang paling rela

Hatinya terbuat dari satuan haru
Kata harus dilalui tanpa-nya sudah diluar kepala
Begitu entengnya menyandar kepada bahu rapuh

Mungkin bahagia sudah menjadi jalan nya
Tapi si pengembala tetap mempertaruhkan
Badai bahkan kereta menabrak nya pun akan tetap setia

Mencari entah dimana hatinya saat itu

Bahkan yang teringkar akan selalu dipertahankan
Wahai pengembala, kau ingin apa?
Tidak akan ada kemungkinan untuk kejelasan
Percayalah bahwa pernah ada rasa walau sebenarnya itu hanya asa

Ditulis dalam rangka memperingati keingkaran, demi menghormati dirinya yang mencoba melupakan

I said : apakabar nya? Waktu saja muak mendengarnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

- Saja -

Kapal - Berlabuh

Intinya antara