Saat Lelah Kembali Tersenyum
Pagi ini ada sesuatu yang mendesak hingga aku terbangun dengan bercucuran peluh dimana-mana. Baju yang ku kenakan pun ikut basah. Ingatan ku tentang sesuatu seperti kembali, tapi tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Namaku Zizi, begitulah orang memanggil diriku. Aku baru saja masuk semester awal di Universitas Negri yang sangat aku dambakan dari jaman sekolah SMA dulu. Aku yang mengambil prodi Sastra Indonesia itu pun akhirnya merasa lega karena setelah sekian banyak usahaku yang gagal, akhirnya sekarang berbuah manis, walaupun masih banyak yang belum keturutan.
Aku yang tinggal jauh dari kota asli kelahirannya sangat bingung untuk pertama kalinya tinggal dikota lain, meskipun masih sama-sama di Indonesia, tetap saja ini bukan asli rumahku, jadi ada yang berbeda.
Sampai detik ini aku masih mempertanyakan apa arti mimpi yang datang begitu tiba-tiba.
Pagi ini aku harus bertemu dengan dosen yang akan memperkenalkan mata kuliahnya, apadaya aku harus berjuang dan ekstra ribet untuk kuliah yang pertama kalinya. Bangun telat, engga punya kendaraan pribadi, uang belum dikirim, semua penghambat yang bikin kepalaku pusing pagi ini sangat membuat jengkel. Akhirnya aku berangkat dengan jberalan kaki yang jaraknya lumayan jauh.
“Aduuuuh ada aja, udah buru-buru pake jatoh lagi” Kataku sambil merapihkan buku dan bekel yang aku bawa dari rumah
“Ya ampun, sini aku bantu” Seorang perempuan membantu kesulitanku dipagi ini
“Ehh enggausah, terimakasih aku bisa sendiri ko” Kataku sambil beranjak berdiri
“Oke kalau gitu”
Perempuan itu pergi begitu saja. Aku hanya bingung harus bagaimana, karena sepertinya perempuan itu adalah senior ku dikampus. Aku berlari secepat yang aku bisa hingga bisa menyusul posisi perempuan itu, dan akhirnya
“Terimakasih ka sudah mau membantu” Kataku sambil sedikit membungkuk *(Seperti kebiasaan orang Korea yang bertemu dengan orang baru selalu menghormat dengan cara membungkuk)
“Ehh iya sama-sama, aku juga engga bantu apa-apa ko” Katanya sambil tersenyum
Ketika seniorku itu memberikan senyum simpulnya yang sangat indah, tiba-tiba kepalaku menjadi berat, seperti sesuatu sedang memaksa untuk diingat. Tapi apadaya aku tidak bisa mengingatnya. Hanya sepotong teka teki yang aku dapatkan, yaitu aku akan bertemu dengan orang yang sudah lama terpisah denganku.
Setelah 3 bulan aku banyak mendapatkan pengalaman serta pelajaran dari kampus ku, kini aku merasa lega dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Sejak pertemuan pertamaku dengan senior itu, aku belum sempat untuk bertanya perihal namanya. Yang aku tahu dia mengambil prodi Manajemen, yang sudah memasuki semester akhir. Sepertinya senior itu cukup terkenal baik dikampusku, mungkin dikarenakan letak gedungnya dengan gedungku berdekatan jadi aku sering melihatnya dan sempet beberapa kali berpapasan tak sengaja.
Pada hari ini ada pengenalan dari Unit Kegiatan Mahasiswa dari jurusan menejemen. Aku yang datang telat harus berlari mengejar waktu, karena ini adalah kesempatan besar bagi diriku untuk bisa melihat senior yang waktu itu pernah membantuku. Sekuat tenaga aku berlari menuju auditorium kampusku yang berada dilantai 4 itu. Belum sempat kakiku menginjakannya didalam ruangan, sayang sekali pintu ruangan sudah tertutup 3 detik sebelum aku sampai.
“Tungguuuuuuu ......” Kataku sambil meraih gagang pintu
Mungkin teriakan yang keluar dari mulutku sangat besar volumenya, sampai-sampai orang yang baru saja menutup pintu mengeluarkan kepalanya kembali setelah mendengar suaraku. Dia bingung karena terkejut mendengar suaraku. Dan aku hanya bisa diam ketika tahu siapa orang yang baru saja melihatku sambil tertawa geli, yaaah dia adalah senior yang waktu itu sempat membantuku.
Tak banyak hal yang bisa dilakukan ketika aku masuk kedalam ruangan tersebut, karena keterlambatanku menyebabkan aku harus berdiri sampai acara selesai, dikarenakan bangku yang tersedia habis digunakan. Dan aku berdiri dibarisan paling atas bagian belakang. Aku tidak sendiri melainkan bersama dengan seniorku itu. Mungkin seniorku itu sedang mendapat tugas untuk piket menjaga pintu. Tapi aku dan dia hanya sama-sama diam tanpa berbincang sedikitpun.
Aku dikagetkan dengan suara gemuruh tepuk tangan yang begitu serentak dan secara tidak sengaja menghasilkan harmoni yang indah. Begitu juga dengan lampu sorot yang begitu menyilaukan, tiba-tiba saja mengarah pada seniorku. Aku pun terkejut.
“Yaaa, itu merupakan ketua panitia acara kita, yang bisa membuat acara sukses pada hari ini” Begitu kata MC yang ada dibawah sana.
Aku pun hanya bisa diam menganga ketika melihat seniorku melambaikan tangannya kepada para audiens yang hadir.
Acara pun akhirnya selesai.
Aku pun berjalan dengan terburu-buru, karena ada urusan dengan kepala bidang kurikulum dikampus. Baru saja menginjakkan kaki pada anak tangga yang ketiga, tanganku ditarik secara tiba-tiba. Aku pun menatap orang yang melakukan hal itu. Yaaap dia adalah seniorku.
“Kamu mau kemana zi ??” Katanya sambil tersenyum
Aku pun terdiam sejenak mendengar bahwa seniorku itu memanggil namaku. -Tau namaku dari mana, kan belum kenalan ko bisa manggil yahh- kataku dalam hati
“Ehh iyaa ka, aku mau kelantai 2 ada urusan soalnya”
“Bisa ngobrol sebentar ?” Tanyanya
“Emm bisa ko ka, ada apa memangnya ?””Engga ada apa-apa ko, cuma mau kenalan aja” Begitu katanya
Aku pun semakin heran, -katanya hanya ingin berkenalan, tapi ko udah bisa manggil namaku yahh- selama perjalanan menuju kantin yang ada dikampusku aku hanya diam menerka-nerka sebenernya apa yang tersembunyi dibalik semua ini.
“Kamu mau apa zi ?” Tanyanya
-Lhooo, dia manggil nama aku lagi !! Ko bisa yahh-
“Aku mau minum air mineral aja ka”
“Irit banget yah kalau traktir kamu makan, simpel banget soalnya, hehehe. Belum berubah yah kamu” Katanya
Secara bersamaan kedua alisku terangkat, karena secara mengherankan seniorku berkata seperti itu.
“Hahah bisa aja nih kaka”
Setelah beberapa menit aku perhatikan, aku pandangi, aku pikir-pikir, sepertinya aku pernah bertemu dengan orang ini sebelumnya. Tapi siapa dia sebenernya, dan kapan aku bertemu sebelumnya dengan dia.
Rasa pusingku secara tiba-tiba datang menghampiri, membuat aku tak kuat mengangkat kepala dan akhirnya aku terhuyung dan terjatuh dari tempat duduk.
Selama aku tidak sadarkan diri, otak ku bekerja terlalu keras, sehingga aku tak sadarkan diri hingga 3 jam. Membuat panik banyak orang. Begitu juga dengan senior ku.Yang aku lihat ketika pertama kali membuka mata adalah perempuan yang telah lama menghilang dan berpisah denganku dimasa kecil dulu.
”Alhamdulillah kamu udah siuman zi. Aku panik banget” Katanya sambil membantuku untuk bangun dari tempat tidur
“Maaf yah ka ngerepotin” Aku hanya mampu mengeluarkan kata-kata itu
“Kamu mau kemana ?” Tanyanya sambil menggenggam tanganku dengan begitu erat
“Aku harus pulang ka, ini udah sore, kalau kemaleman aku engga berani”
“Kamu nanti pulangnya sama aku aja enggapapa ko”
Aku baru tersadar sepenuhnya ketika melihat tatapan mata seniorku. Yaaa sepertinya dia adalah orangnya, ucapku dalam hati.
“Maaf ka bukannya aku engga berterimakasih sama kaka, tapi aku enggabisa kalau harus diantar. Aku bisa ko pulang sendiri””Jangan, kamu masih pusing pasti susah buat dibawa jalan”
“Oya ka, tadi katanya mau kenalan sambil ngobrol sama aku hehe”
“Iya yahh aku sampe lupa, gara-gara panik sama kamu”
“Sekali lagi maaf yah ka” Kataku sambil tersenyum
“Kamu engga ingat aku ?”
Kepalaku tiba-tiba saja terasa berat. Aku tidak mampu untuk mengingat semua kejadian yang telah lewat
“Bukannya kita baru bertemu disini ka ?” Kataku sambil menatap matanya secara mendalam
“Oke, sebenernya aku udah engga tahan banget hehe” Katanya sambil duduk disebelahku dan memegang tanganku begitu erat, seakan tidak mau melepaskan.
“ Akuu tuh engga pernah lupa sama kamu. Tapi kamu dengan begitu cepat ngelupain aku ternyata” Katanya
“Ehh ko gitu si ka, kita baru ketemu lho, tapi kaya udah kenal sejak lama aja yahh” Aku pun bingung
“Kenalin namaku Nadhira”
Aku pun tercengang mendengarnya
“Nadhira ? Siapa yah ka ?” Aku tidak bisa melakukan banyak hal selain bertanya
“ Aku Nadhira, temen masa kecil kamu. Kamu engga inget dulu pernah nyolong-nyolong biar bisa mencet piano aku ? Kamu engga inget selalu mainin payung aku yang ada dipojokan piano ? Kamu engga inget selalu ngeliatin aku kalau aku lagi asyik baca buku disofa ruangtamu ? Kamu engga inget hampir aja kamu mecahin gelas yang ada dimeja gara-gara kamu mau main bola didalam rumah. Kamu engga inget pernah masuk ke mobil aku secara sembunyi sembunyi ehh terus engga bisa keluar. Kamu engga inget sama semua itu zi ?”Begitu katanya
Daaannn ............. Niiiiiiiiiitttt
Yahh, aku ingat semuanya. Walau ada beberap bagian yang terpotong dan tak bisa dipaksakan untuk diingat. Dia adalah Ka Nadhira. Teman masa kecilku yang tiba-tiba menghilang ketika aku jatuh dari sepeda, kemudian dia engga pernah muncul selama kurang lebih 11 tahun. Dia yang pergi secara tiba-tiba dan kemudian menghilang entah kemana. Kini berada tepat didepanku. Aku dipertemukan secara tiba-tiba oleh Sang Maha Romantis, yang tidak bisa ku duga sebelumnya bahwa aku akan bertemu dengan orang yang selama masa kecilku selalu mengisi keseharianku.
Kini aku menjalani hidup dengan begitu bahagia sangat luar biasa. Bertemu dan bisa bersatu kembali adalah hal terindah yang pernah aku dapatkan dari Sang Maha Romantis.
Semenjak kecelakaan sepeda yang aku alami semasa kecil, membuatku harus melupakan kejadian indah bersama dengan ka Nadhira. Dan semenjak kecelakaan sepeda itu, aku kehilangan separuh arti hidupku. Tapi akhirnya kebahagiaan itu datang kembali menghampiriku.
Terimakasih kepada sang penginspirasi tulisan pada malam ini,
yaitu “Nadhira Anjani”
Terimakasih atas semua yag diberikan selama ini
yaitu “Nadhira Anjani”
Terimakasih atas semua yag diberikan selama ini
Selamat malam
Dari si kecil
Dari si kecil
-NFF-
Komentar